hafizah - Cerita Blogger

~~ Cerita, kisah, dan perjalanan ~~

Tahun Ajaran Baru

Tahun ajaran baru telah tiba. Tahun ajaran baru 2019/2020 sudah dimulai hari ini 15 Juli 2019. Anak anak sekolah mulai hari pertamanya sekolah.


Kerumitan orang tua mengantar anaknya masuk sekolah. Ada yang pertama kali baru masuk sekolah sehingga diantar orang tuanya. Ada juga yang tidak diantar karena ia merupakan murid lama.

Di jalan umum sudah mulai ramai dengan anak sekolah yang berangkat menuju sekolahnya untuk menuntut ilmu. Tidak seperti kemarin jalanan yang masih tampak lengang hanya para pekerja kantoran dan orang yang berlalu lalang saja.

Biasanya kalau hari pertama masuk sekolah yang saya ingat dahulu selalu pulang lebih awal, dikarenakan hari pertama sekolah masih tahap perkenalan antara siswa dan guru, siswa dan siswa, serta adaptasi tentang mata pelajaran yang akan dipelajari.

Bila tahun ajaran tiba selalu tampak ramai di pertokoan yang menjajakan dagangannya berupa buku tulis dan alat-alat tulis. Tidak lupa juga perlengkapan untuk ke sekolah seperti seragam sekolah, tas sekolah, dan sepatu sekolah.


Ada hal yang paling saya suka ketika masuk tahun ajaran baru. Membeli buku tulis yang masih baru dan beraneka ragam pilihan corak gambar sampul depan buku tulis tersebut. Memilih bahan kertas buku tulis yang wangi serta agak tebal sehingga tidak tembus ketika ditulis. Ada ada saja ya.

Setelah membeli bukunya, yaitu kegiatan menyampul buku dengan rapi  dan memberi plastik agar tidak mudah basah bila suatu saat terkena air. Tidak lupa juga memberi nama buku tersebut sehingga tidak tertukar dengan yang lainnya.

Kembali ke tahun ajaran baru. Banyak perubahan yang dirasakan dari tahun ke tahun mengenai aturan penerimaan siswa baru yang kini sudah mulai penerimaan siswa baru melalui online dan juga penerimaan siswa baru melalui sistem zonasi yang sedang ramai dibicarakan.

Apapun bentuk penerimaan melalui online atau tidak, melalui zonasi atau rayon. Yang terpenting mutu pendidikan harus ditingkatkan, pemahaman siswa akan pelajaran yang diterima, serta nilai moral yang harus selalu ditanamkan. Sehingga siswa ketika menamatkan di sekolah tersebut ia menjadi siswa yang berprestasi serta bermoral baik dan beretika.

Pic : pixabay, lampung.tribunnews.com




Rolled Oats



Teringat saya ingin sekali minum susu. Tapi pas minum susu yang mengandung susu sapi, perut terasa mulas setelah minum susu itu.

Beberapa teman manyarankan agar tidak mengkonsumsi susu yang mengandung susu sapi. Lebih baik mencari alternatif selain susu sapi yaitu minum susu kedelai, susu kacang almond, susu oat, atau bisa juga susu beras. Ini karena tidak bisa minum susu sapi atau ada alergi susu sapi.


Berawal dari sana, mulailah ide saya ingin membuat susu oat. Setelah baca baca sana sini, oatmeal yang cocok dibuat susu yaitu Rolled Oats. Meluncurlah saya mencari Rolled Oats di swalayan terdekat.

Rolled Oats penampakannya lebih besar dan tidak halus seperti oatmeal yang instant dan oatmeal quick cook. 

Setelah dibuat susu oatnya, ternyata enak juga. Rolled Oats direndam terlebih dahulu kemudian diblender dengan beberapa buah kurma, jika ingin ditambahkan madu bisa juga bila ingin merasakan rasa yang lebih manis dan nikmat tanpa tambahan gula pasir.

Seperti kita ketahui, oatmeal banyak mengandung serat dan sumber kalsium yang bermanfaat bagi tubuh. Bisa digunakan sebagai pengganti nasi karena lebih mengenyangkan dan tahan lama jadi tidak mudah lapar, cocok untuk yang sedang berdiet.





Sehatnya Berjalan Kaki




Olahraga yang saya suka yaitu berjalan kaki. Kenapa ya? Karena berjalan kaki sungguh sederhana sekali, dan gak harus banyak mikir.

Saat saya ingin mengurangi berat badan. Saya memilih senam dan jalan kaki sebagai aktifitas untuk membakar kalori. Paling cepat setengah jam, dan paling lama satu jam sudah bisa membakar kalori dan mandi keringat.

Berjalan kaki sering dilakukan pada pagi hari dapat sehatnya dapat segarnya. Hati senang dan tambah bersemangat.

Kadang kita sering malas berjalan kaki untuk pergi ke suatu tempat padahal tempat itu tidak jauh jaraknya. Bisa kita jangkau dengan jalan kaki saja daripada naik kendaraan, hitung hitung olahraga ya kaan.

Jalan kaki memang sederhana, tetapi manfaatnyq besar sekali. Yuk jangan tunda lagi, dan jangan manjain badan kita tidak mau jalan kaki hanya karena alasan yang sepele.

Semangat sehat...
---

Pic : pixabay

Mengurangi Nasi Putih

Mengurangi nasi putih ketika sedang berdiet. Sering banget ya kita dengar.



Nasi putih sering disalahkan tidak boleh banyak makannya karena banyak mengandung gula.

Jangan banyak banyak makan nasi putih, ntar gemuk dan naik berat badannya.

Begitulah yang sering saya dengar, berlawanan sekali dengan apa yang kita makan sehari hari, selalu makan nasi, kalau gak makan nasi berarti gak makan dan belum kenyang lah gitu rasanya.

Padahal makan nasi putih itu enak banget apalagi makan nasi putih panas ditemani dengan lauk dikasi sambal yang maknyus, wah dijamin deh makannya pasti pada nambah nambah ya kan. Terbukti makan nasi putih itu menambah selera makan.

Jadi kenapa sih ada kalangan yang selalu menghindari  atau mengurangu nasi putih dalam porsi makannya, dan menggantinya dengan nasi merah yang sungguh tawar rasanya.

Bisa jadi mereka dalam keadaan berdiet menjaga pola makannya atau dalam proses penyembuhan penyakit yang dideritanya.

Memang saya akui sejak saya mencoba mengurangi nasi putih ketika nencoba mrngurang berat badan, yang saya rasakan yaitu :
- Berat badan jadi mudah lebih turun.
- Siklus haid jadi lebih teratur.
- Perut gak terlalu begah dan kepenuhan
- Badan jadi lebih entang
- Hidup menjadi lebih sehat

Sekarang tinggal kita mau pilih yang mana, jika gak sanggup meninggalkan nasi putih, alangkah baiknya kita kurangi makan nasi putih dalam piring makan yang kita makan. Bisa ditakar banyaknya nasi yakni seperti tiga, atau lima sendok makan.

Agar hidup lebih sehat, makan nasi tidak terlalu berlebihan. Menjaga asupan gula dan minuman manis lebih diatur lagi sehingga tidak kebanyakan, makan sayur dan buah, olahraga 3 hari sekali serta istirahat yang cukup.

                      ---

Pic : pixabay

Sayang kalau dibuang



Maksudnya di sini, bukan piringnya loh yang mau dibuang. Tapi foto ini yang sayang kalau dibuang, biarlah menjadi kenangan dan saksi bisu suatu acara di rumah kontrakan kami, pada saat buka puasa Ramadhan 2019

Foto ini barang bukti, karena tak ada yang sempat mengambil foto makanan yang terhidang saat itu, sungguh sayang sekali.

Apa penyebabnya ya? Apa karena tidak ada yang berkesan, atau pada sibuk semua hehehe, atau inilah waktunya kebersamaan sehingga tidak ada yang sempat memegang handphone dan mengambil gambarnya. Iya juga yaa.

Ah sudahlah, yang penting sudah ada barang buktinya yaitu tumpukan piring dan peralatan makan yang sudah selesai dicuci.

Tampaknya banyak ya, piring piring dan gelas gelasnya. Sebagian merupakan pemberian orang tua saya setelah saya menikah dan menempati rumah kontrakan baru, jadi dibekali lah peralatan makan dan minum beberapa lusin. Dan sebagian lagi ada pinjaman dari keluarga suami. Sungguh bermanfaat banget bila digunakan di acara keluarga seperti itu.

Kalau dilihat dari tamu yang datang, sepertinya kami harus menambah beberapa lusin lagi karena masih kurang banyak bila mengadakan acara ramai ramai seperti kemarin.

Tempat Buka Puasa Favorit

 Tempat buka puasa favorit di Binjai

1. Ayam Bakar Santoso
 Rumah makan Ayam Bakar Santoso, berada
 di jl. T.Amir Hamzah Binjai.





2. Pondok Punokawan
Pondok Punokawan yang beralamatkan di
Jl. Jenderal Gatot Subroto No.40, Limau Mungkur, Binjai Barat, Kota Binjai Sumatera Utara 20719.







Berbuka Puasa dengan Menu yang Sehat

Sudah bulan Ramadhan sudah tiba nih. Saat yang selalu dinanti nanti oleh seluruh umat islam di dunia.

Berbuka puasa dengan menu yang sehat itu ternyata cukup sederhana dan simpel dengan minum air putih hangat, kurma dengan jumlah ganjil misalnya 3, 5, 7. Setelah selesai sholat magrib atau tarawih, makan potongan buah dan jangan sampai terlalu kenyang.


Menu makan yang mudah didapat yaitu produk Allah yang tumbuh di tanah dan tidak mengalami berbagai pengolahan yang membuat makanan tersebut menjadi rusak nutrisinya.

Mesjid di Kota Kisaran

Mesjid di Kota Kisaran


Mesjid yang berada di kota Kisaran, kabupaten Asahan - Sumatera Utara ini terletak di jalan lintas Riau dan Sumatera Utara.

Nama Mesjid ini Mesjid Haji Achmad Bakrie.

Mesjid ini cukup luas dan teras serta halaman yang begitu luas. Tempatnya berdekatan dengan taman kota Kisaran. Mesjid ini selalu ramai dikunjungi masyarakat yang datang untuk beribadah. Dan bisa setelahnya mengambil gambar di sekitar lingkungan Mesjid.