Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Chilling dan Healing Sebagai Sarana Penyembuhan Luka Batin OYPMK

Pic : pixabay

Chilling dan Healing bagi OYPMK sangat penting untuk penyembuhan luka batin penderita kusta.

OYPMK adalah orang yang pernah menderita kusta. Dampak dari penyakit kusta yang dialami bisa menyebabkan disabilitas fisik.

Biasanya kita selalu menyebut healing untuk istilah jalan jalan dan refreshing keliling kota dan ke luar negeri.

Sebenarnya healing itu sendiri adalah penyembuhan , yang dikaitkan dengan penyembuhan jiwa, perasaan, batin, maupun pikiran.



Setelah mengikuti talkshow KBR dengan topik "Chilling - Healing bagi OYPMK, Perlukah?" Talkshow tersebut dihadiri oleh pembicara Mbak Donna dari Institut of Women Empowerment (IWE) dan Mas Ardiansyah seorang yang pernah mengalami kusta dan sudah sembuh dengan terapi healingnya. Dan sebagai moderatornya yaitu Mas Rizal dari ruang publik KBR.

Mbak Donna pembicara dari Institut of Women Empowerment (IWE). IWE itu sendiri merupakan organisasi yang mempunyai kepedulian pada program pemberdayaan perempuan, isu perempuan dan isu disabilitas. IWE ini sudah berdiri sejak tahun 2008. IWE melakukan perawatan diri bagi perempuan pembentuk HAM, juga merawat mental dan psikis orang yang ada dalam organisasi tersebut.

Mas Ardiansyaah sebagai orang yang pernah mengalami kusta, juga wakil dari konsorsium PELITA. Pengalaman Mas Ardi sebagai penyandang Disabilitas turut serta dalam penggerak healing untuk penyandang Disabilitas.

Ternyata Chilling dan healing itu perlu banget sebagai sarana penyembuhan OYPMK yang menderita batin.

Healing memang diperlukan untuk penyandang kusta. Seperti yang dialami mas Ardiansyah yang selalu ada stigma diri di tengah tengah keluarganya. Reaksi dari keluarga setelah ia menceritakan bahwa ia menderita kusta. Dari keluarga melarang serba semuanya, seperti menjaga jarak keluarga dengan dirinya yang mengalami kusta. Hal ini menyebabkan ia mengalami luka batin dalam dirinya.

Pertama yang dilakukan oleh Mas Ardiansyah yaitu menjalani pengobatan kusta terlebih dahulu sambil menyembuhkan luka batin yang ia derita. Healing yang ia lakukan dengan menulis tentang diri. Ia percaya dengan menumpahkan segala isi hati dan yang ada dalam pikirannya bisa menyembuhkannya.

Setelah melakukan pengobatan penyakit itu sendiri, yang Mas Ardi melakukan diantaranya :

  • Mengembalikan kepercayaan diri dan yakin bahwa dirinya bisa sembuh secara fisik, psikis, dan mental.
  • Harus kuat untuk penyembuhan agar kelak ia bisa sembuh
  • Percaya kepada Tuhan yang menyembuhkan bahwa ia bisa sembuh seperti sedia kala.

Semua orang bisa melakukan healing atau pengobatan. Apabila orang yang mengalami trauma berkepanjangan juga bisa menjalani terapi healing ini.

Seperti Mba Donna katakan, pemulihan untuk perawatan diri ada 5 dimensi kesehatan yaitu :
  1. Dimensi fisik, dimensi yang menyangkut fisik dan jasmani. Seperti adanya penyakit, cedera, kurang istirahat, dan kelelahan. Berkaitan dengan mekanisme, fungsi tubuh, dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
  2. Dimensi psikis, dimensi yang terkait dengan  keadaan batin dan jiwa seseorang. Kemampuan orang untuk menggunakan otak mereka dan kemampuan berpikir. Kesehatan ini berhubungan dengan merasa dikucilkan dan terganggu cara berpikir seseorang.
  3. Dimensi mental, dimensi tentang keadaan jiwa seseorang. Berkaitan dengan kesehatan emosial dan mental seperti depresi dan kecemasan, serta keadaan suasana hati seseorang.
  4. Dimensi relasi, dimensi tentang kemampuan seseorang dalam menjalin dan mempertahankan hubungan dengan orang lain. Hubungan ini misalnya hubungan dengan teman dekat, jaringan sosial, teman sekolah, teman kerja  atau elemen sosial lainnya. 
  5. Dimensi spritual, dimensi spiritual berkaitan dengan kepercayaan dan praktik spiritual keagamaan, perbuatan baik secara pribadi, prinsip-prinsip tingkah laku dan cara mencapai kedamaian. Sehat secara spiritual sering banyak dikaitkan dengan ketaatan kepada Tuhan yang tertuang di dalam ajaran agama. 

Terapi healing yang bisa dilakukan tidak perlu mengguanakan uang banyak seperti menulis, meditasi, dan apa yang bisa dilakuka dengan senyaman nyamannya. Healing bisa dengan upaya teknologi dan banyak pilihannya, hanya saja belum banyak yang bisa mengaksesnya.

Upaya yang dilakukan Mas Ardi ke keluarga yaitu 
  • Meyakinkan ke keluarga bahwa yakin kita masih bisa berdaya untuk menyembuhkan dengan segala pengobata yang ada.
  • Adanya pembuktian bahwa ia bisa sembuh dengan ia berkarya
  • Melakukan langkag konkret dengan meningkatkan kemaampuan, berkarya, menunjukkan kebiasaan kita
  • Jangan membatasi diri, jangan peduli dengan orang lain
  • Jangan insecure atas segala sesuatu, selalu tunjukkan kemampuan kita.

Tentunya yang diharapkan dari keluarga dalam proses penyembuhan ini yaitu tidak memberi tekanan kepada penderita, menuntut apa yang tak bisa ia lakukan. Dan juga agar keluarga memberi dorongan dan membantu penderita untuk sembuh.


Kesimpulan dari Mas Ardiansyah
Jika mengalami penyakit kusta, harus akui dan menerima diri bahwa terkena kusta, agar tidak mengalami pemberontakan dalam diri. Harus berpikir positif untuk melangkah ke depan dan kehidupan yang lebih baik. Meyakinkan keluarga supaya memberi dorongan dan motivasi dari keluarga agar kepercayaan diri tidak hilang begitu saja.


Sumber :

 

Post a Comment for "Chilling dan Healing Sebagai Sarana Penyembuhan Luka Batin OYPMK"