hafizah - Cerita Blogger

~~ Cerita, kisah, dan perjalanan ~~

Menggiling Bumbu dengan Blender

3 comments

Sebelum saya menikah, saya suka juga memasak ala kadarnya seperti menggoreng, menumis sayur, merebus sayur, mengukus, atau sekedar lalapan saja.

Memasak yang berat berat masih dipegang oleh mama saya, karena beliau yang lebih menguasai, takutnya jika saya yang masak malah kurang sedap.

Sekarang setelah sudah menikah, harus bisa memasak yang diinginkan pasangan. Sang suami lebih menyukai masakan berbumbu, dan bersantan, sesekali saja makanan yang direbus.

Kebutuhan menggunakan blender untuk menggiling bumbu sangat berguna sekali. Karena alasan praktis dan tidak menggunakan waktu yang lama untuk menggiling bumbu sangat cepat. Dari tingkat kehalusan, gak kalah halus juga bila digiling dengan batu giling. Hanya sensasinya saja yang berbeda.

Dari mulai menggiling bumbu untuk membuat sambal, membuat bumbu untuk menumis, dan kuah gulai juga digiling dengan blender. Sangat membantu sekali untuk saya yang tidak menggunakan batu giling.

Menggiling bumbu dengan blender kini saya rasakan sekali manfaatnya, di saat blender untuk menggiling bumbu untuk masakan saya sedang tidak bisa dipakai.

Semoga blendernya cepat membaik, dan saya tidak terhambat lagi untuk memasak aneka makanan yang saya dan suami saya sukai.


Pic : merahputih.com

3 comments :

Post a Comment

Mengunjungi Bayi

1 comment

Kakak saya mengabarkan bahwa saudaranya baru saja melahirkan anaknya hari ini, dan ia mengajak saya untuk melihatnya hari ini.

Sore ini juga saya bersama kakak dan ponakan  mengunjungi bayi yang baru saja dilahirkan. Rasanya senang sekali ketika mengunjungi dan melihat bayi yang baru saja lahir. Ponakan saya pun ikut senang melihat adek bayi tersebut, ingin sekali ia membelai adek bayi itu.

Bayinya masih merah dan matanya masih terbuka kecil, mulai mencari ibunya dan ingin selalu dipeluk ibunya. Indahnya peristiwa ini, oh sungguh indah ciptaanNya.

Baca juga : Etika menjenguk bayi yang baru lahir

Terbesit dalam hati dan sambil berdoa, mudah mudahan suatu saat saya bisa merasakan hal indah ini dan mendapatkan anugerah yang luar biasa dari Allah SWT, Aamiin.

Pic : pixabay

1 comment :

Post a Comment

Bersaing Mendapatkan Pekerjaan

1 comment

Bagaimana rasanya ketika harus bersaing mendapatkan pekerjaan. Rasanya sulit juga di jaman sekarang.

Di tengah tengah banyaknya lulusan sekolah yang mencari pekerjaan dan sedikitnya perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Saya pernah merasakannya di umur saya ketika itu baru lulus kuliah, saat umur masih 23 tahun.

Dari yang mulai mencari lowongan lowongan pekerjaan di beberapa surat kabar yang mengiklankan lowongan pekerjaan dan melamarnya. Beberapa kali mengikuti seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil, tapi namanya belum rejeki ya.

Waktu itu ketika sudah menemukan lowongan yang cocok, mulailah mempersiapkan beberapa berkas yang harus dipenuhi, fotocopi ijazah dan surat keterangan yang lain. Baru setelah itu surat lamaran dikirim ke alamat tujuan ataupun ada yang diantar langsung.

Selain melamar pekerjaan yang diketahui melalui surat kabar. Banyak juga lowongan pekerjaan yang dipasang di website pencari pekerjaan seperti Karir.com. Dengan terlebih dahulu mendaftar di website tersebut dan mengisi surat lamaran kerja serta data diri dan kriteria pekerjaan yang diinginkan.

Jika perusahaan menyukai surat lamaran kerja kita. Maka kita akan dihubungi melalui email ataupun melalui telefon.

Begitulah kira kira rutinitas mencari pekerjaan yang saya alami, kira kira selama 7 tahun, hehe lama ya. Itu karena tidak ada pekerjaan tetap yang dijalani. Jadi setelah habis kontrak mulailah mencari pekerjaan yang baru lagi.

1 comment :

Post a Comment

Tahun Ajaran Baru

1 comment
Tahun ajaran baru telah tiba. Tahun ajaran baru 2019/2020 sudah dimulai hari ini 15 Juli 2019. Anak anak sekolah mulai hari pertamanya sekolah.


Kerumitan orang tua mengantar anaknya masuk sekolah. Ada yang pertama kali baru masuk sekolah sehingga diantar orang tuanya. Ada juga yang tidak diantar karena ia merupakan murid lama.

Di jalan umum sudah mulai ramai dengan anak sekolah yang berangkat menuju sekolahnya untuk menuntut ilmu. Tidak seperti kemarin jalanan yang masih tampak lengang hanya para pekerja kantoran dan orang yang berlalu lalang saja.

Biasanya kalau hari pertama masuk sekolah yang saya ingat dahulu selalu pulang lebih awal, dikarenakan hari pertama sekolah masih tahap perkenalan antara siswa dan guru, siswa dan siswa, serta adaptasi tentang mata pelajaran yang akan dipelajari.

Bila tahun ajaran tiba selalu tampak ramai di pertokoan yang menjajakan dagangannya berupa buku tulis dan alat-alat tulis. Tidak lupa juga perlengkapan untuk ke sekolah seperti seragam sekolah, tas sekolah, dan sepatu sekolah.


Ada hal yang paling saya suka ketika masuk tahun ajaran baru. Membeli buku tulis yang masih baru dan beraneka ragam pilihan corak gambar sampul depan buku tulis tersebut. Memilih bahan kertas buku tulis yang wangi serta agak tebal sehingga tidak tembus ketika ditulis. Ada ada saja ya.

Setelah membeli bukunya, yaitu kegiatan menyampul buku dengan rapi  dan memberi plastik agar tidak mudah basah bila suatu saat terkena air. Tidak lupa juga memberi nama buku tersebut sehingga tidak tertukar dengan yang lainnya.

Kembali ke tahun ajaran baru. Banyak perubahan yang dirasakan dari tahun ke tahun mengenai aturan penerimaan siswa baru yang kini sudah mulai penerimaan siswa baru melalui online dan juga penerimaan siswa baru melalui sistem zonasi yang sedang ramai dibicarakan.

Apapun bentuk penerimaan melalui online atau tidak, melalui zonasi atau rayon. Yang terpenting mutu pendidikan harus ditingkatkan, pemahaman siswa akan pelajaran yang diterima, serta nilai moral yang harus selalu ditanamkan. Sehingga siswa ketika menamatkan di sekolah tersebut ia menjadi siswa yang berprestasi serta bermoral baik dan beretika.

Pic : pixabay, lampung.tribunnews.com




1 comment :

Post a Comment

Menginap di Hotel

No comments



Bahagia dan senangnya ketika menginap di hotel.

Kakak mengajak saya menginap di hotel, karena ia baru saja mendapat voucher menginap semalam dari sebuah hotel. Senang kalau sudah mendengar akan menginap di hotel, padahal kalau dipikirkan, sebenarnya cuma pindah tempat tidur aja ya, iya juga ya.

Haha, tapi berhubung karena nginapnya di hotel jadi rasanya beda aja gitu. Mungkin karena fasilitasnya yang beda ya. Waktunya serba dilayani, gak mikir masak apa hari ini, nyapu rumah, cuci piring, dan lain lain. Istilahnya lagi bebas tugas gitu deh.

Sudah lama juga sih terakhir menginap di hotel waktu wisuda kuliah dulu. Ada lebih 10 tahun lebih kalau gak salah.

Rencana mau liburan di hotel pas bulan madu setelah menikah waktu itu, tetapi berhubung kepentok biaya karena setelah menikah biasa masih harus bayar sana bayar sini hehe, jadilah menginap di rumah saja.

Rencana selanjutnya mau nabung dulu untuk pergi liburan ke kota yang indah dan menginap di hotel bersama keluarga tercinta. Semoga bisa segera terwujud ya aamiin.



No comments :

Post a Comment

Rolled Oats

No comments


Teringat saya ingin sekali minum susu. Tapi pas minum susu yang mengandung susu sapi, perut terasa mulas setelah minum susu itu.

Beberapa teman manyarankan agar tidak mengkonsumsi susu yang mengandung susu sapi. Lebih baik mencari alternatif selain susu sapi yaitu minum susu kedelai, susu kacang almond, susu oat, atau bisa juga susu beras. Ini karena tidak bisa minum susu sapi atau ada alergi susu sapi.


Berawal dari sana, mulailah ide saya ingin membuat susu oat. Setelah baca baca sana sini, oatmeal yang cocok dibuat susu yaitu Rolled Oats. Meluncurlah saya mencari Rolled Oats di swalayan terdekat.

Rolled Oats penampakannya lebih besar dan tidak halus seperti oatmeal yang instant dan oatmeal quick cook. 

Setelah dibuat susu oatnya, ternyata enak juga. Rolled Oats direndam terlebih dahulu kemudian diblender dengan beberapa buah kurma, jika ingin ditambahkan madu bisa juga bila ingin merasakan rasa yang lebih manis dan nikmat tanpa tambahan gula pasir.

Seperti kita ketahui, oatmeal banyak mengandung serat dan sumber kalsium yang bermanfaat bagi tubuh. Bisa digunakan sebagai pengganti nasi karena lebih mengenyangkan dan tahan lama jadi tidak mudah lapar, cocok untuk yang sedang berdiet.





No comments :

Post a Comment

Penjual Sayur Keliling

No comments
Penjual sayur keliling yang sudah keluar di pagi hari. Mengambil barang dagangannya di pasar.


Sungguh luar biasa semangat penjual sayur keliling ini. Bukan hanya kaum pria saja yang berjualan sayur keliling. Tapi kaum wanita pun tak kalah ikut berjualan sayur keliling menggunakan kendaraan bermotornya.

Pagi pagi buta sang wanita telah keluar dari rumahnya untuk berjualan sayur. Tak lupa ia sudah menyipakan makan pagi di rumah dan langsung bergegas pergi menjajakan dagangannya.

Satu persatu rumah yang ia telah kenali pemiliknya, dipanggilnya pemilik rumah tersebut agar segera keluar rumah untuk membeli barang dagangannya.

Ada juga pembeli yang sudah memesan belanjaannya dari hari kemarin, dan memastikan belanjaannya tidak tertukar dengan yang lain.

Banyak sekali barang dagangan yang dibawa pedagang sayur keliling ini, dari sayuran segar, rempah rempah, yaitu bawang bawangan, cabai merah, cabai hijau, tomat, ikan dan ayam juga ada dibawanya.

Gak kebayang beratnya barang dagangan yang dibawa keliling keliling kampung dan menyusuri jalan jalan kecil, agar semua warga yang tidak sempat berbelanja ke pssar juga ikut berbelanja melalui pedagang sayur keliling ini.



Pic : otomania.gridoto.com


No comments :

Post a Comment

Gamis Pakaian Favorit

1 comment
Gamis pakaian syari menjadi pakaian favorit saya. Meskipun tidak setiap saat saya menggunakannya. Paling tidak di setiap kesempatan, saya sering menggunakannya.


Alasan mengapa saya sering menggunakan gamis yaitu karena praktisnya mengenakan gamis yang tidak harus memadu padankan atasan dan bawahan mana yang cocok jika dipakai. Kalau gamis hanya mencocokkan hijab dan gamisnya.

Alasan lainnya karena gamis membuat muslimah tampak anggun dan rapi jika mengenakan gamis sebagai pakaian muslimahnya.

Gamis yang baik dipakai yaitu tidak transparan atau tembus pandang. Gamis tidak membentuk lekukan badan. Gamis tidak terlalu mencolok warnanya, melaikan lembut dan kalem warnanya.

Pic : Anisa Rahma

1 comment :

Post a Comment